twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me :)

Seni Batik Jogja

Seni Batik Jogja

Batik Tulis Girisari Girirejo, Awet dan Berseni Tinggi

Pada sebuah acara kawinan, mempelai wanita mengenakan kain batik sidomukti, sedangkan orangtua mempelai mengenakan batik motif truntum. Kemudian pada upacara mitoni, si calon ibu tampil berbalut kebaya dengan motif asih.

Walau tampaknya sederhana, kain batik di Jawa mempunyai perannya masing-masing. Termasuk di Jogja saat ini yang masih kental dengan upacara-upacara adatnya. Dalam upacara tersebut, pakaian yang tidak pernah absentadalah batik. Batik dipakai sebagai pasangan kebaya, atau kalau yang lebih modern, kain batik disulap menjadi kemeja dan kebaya. Jogja juga menjadi surganya kerajinan batik

Memperhatikan tiap ukiran motif-motif batik, tentu kita penasaran, bagaimana membuatnya hingga menjadi lembaran kain batik tersebut. Batik sendiri sekarang tersedia dalam berbagai macam dilihat dari pembuatannya. Batik tulis, batik printing, dan batik cap. Tentu saja kualitas terbaik ada pada batik tulis. Batik yang proses dibuat secara tradisional ini jelas mempunyai seni yang tinggi. Memerlukan waktu yang lama untuk bisa mengerjakannya. Serta butuh perhatian tinggi untuk membatiknya dengan malam.

Imogiri yang kaya akan kerajinan batik tulisnya memang menyediakan banyak alternatif. Satu yang menjadi pilihan di Imogiri adalah koleksi batik tulis di Batik Girisari Girirejo. Kios batik yang dikelola oleh Bapak Slamet (46) ini menyediakan banyak pilihan kain batik tulis, terutama kain batik soga Jogja.

Bapak 2 anak ini memulai karirnya ketika masih kecil ia sudah menyukai dunia per-batikan. Ia mulai dengan belajar membatik, dan banyak mengikuti kursus-kursus batik. Awalnya ia hanya pembatik pada sebuah kios milik orang lain. Pada tahun 1985, ia bersama teman-temannya memutuskan untuk bekerja sama mendirikan kios sendiri yang menjual kain hasil karya sendiri. Hingga saat ini ia bersama 20 orang pembatik lainnya-lah yang menjadi produsen di Batik Girisari Girirejo ini.

Menurut Bapak Slamet, satu keunggulan batik tulis dibanding batik printing dan cetak adalah keawetannya, karena warna tidak cepat pudar seperti jenis lainnya. ditambahkannya lagi, dalam setiap upacara dan perayaan adat, orang akan lebih mantap dengan memakai kain dengan batik tulis. "Ini lebih pada kepercayaan dan sugesti yang dirasakan," tambahnya.

Untuk harga, sebuah kain batik tulis dihargai dari tingkat kesulitan dan detail motif lukisannya serta jenis kainnya. Di kios ini, sebuah kain batik semisal motif pringgodani, asih, dan prabu anom yang tingkat detailnya rumit, dihargai Rp 1.500.000,- sampai Rp 2.500.000,-. Namun harga ini sebanding dengan nilai seni yang didapat dari kain batik tersebut. Per lembarnya bisa dibuat hingga memakan 2 bulan waktu pengerjaan. Sedangkan untuk batik tulis lainnya, harga berkisar Rp 100.000,- ke atas.

Dari jenis kain, kios ini menawarkan kain dengan bahan sutra, prima, dan primisima. Meskipun mengandalkan batik tulis, tapi di kios ini juga ditawarkan sedikit batik printing dan batik cap yang harganya memang jauh lebih murah dibanding batik tulis. Juga ada batik modern, dengan motif yang banyak dimodifikasi dan dengan warna sintetis yang lebih beragam

Sempat kios ini menawarkan kemeja-kemeja batik jadi, namun menurut Bapak Slamet, kemeja pasarnya lebih susah. Akhirnya Bapak Slamet kembali berfokus pada kain batik tulisnya. Hingga kini, yang banyak disayangkan adalah kain batik yang penggunannya semakin berkurang. Ini disebabkan antara lain masyarakat menganggap mengenakan batik terkesan ribet, dan kesan etniknya terlalu kuat sehingga hanya cocok dipakai pada event tertentu saja. Padahal sekarang batik telah dimodifikasi sedemikian rupa agar masyarakat lebih menyukainya.

Batik Girisari Girirejo juga bisa ditemui di Pasar Seni Gabusan Los4/Kav.1. Untuk menjaga keawetan kain batik, diperlukan perawatan yang khusus untuk kain batik. Tidak rumit, cukup dicuci biasa dan diangin-anginkan tanpa sinar matahari yang keras. Nah, kalau sudah beli batik, ayo berangkat ke kondangan!. (opi)

0 komentar:

Poskan Komentar